Apa Sih Fungsinya Seni?

MIRMAGZ.com

Dalam seni, ada tujuan yang disebut sebagai fungsi di mana sebuah karya seni dapat dibuat atau dirancang, tetapi tidak ada seni yang dapat “diberikan” suatu fungsi—baik dalam studi ilmiah atau percakapan yang biasa—di luar konteks seni yang tepat. Bentuk seni ada dalam konteks yang sangat spesifik yang harus dipertimbangkan ketika mengklasifikasikannya. Apakah karya seni tertentu telah ada selama berabad-abad atau belum diciptakan? itu berfungsi dalam beberapa cara — semua seni ada karena suatu alasan dan alasan-alasan ini membentuk fungsi seni, kita juga tahu bahwa seni tidak hadir dari ruang kosong.

ilustrasi komposisi warna. (Pixabay/StockSnap)

Fungsi Seni

Idealnya, seseorang dapat melihat sebuah karya seni dan menebak dengan akurat dari mana asalnya dan kapan, serta makna yang terkandung dalam seni tersebut. Skenario kasus ini juga termasuk mengidentifikasi siapakah artis yang menciptakannya, karena mereka sama sekali bukan bagian dari persamaan kontekstual dalam seni dan dunia keseharian.

Kita mungkin bertanya-tanya, “Apa yang dipikirkan sang seniman ketika mereka menciptakan ini?” ketika Kita melihat sebuah karya seni. Pemirsa adalah bagian lain dari persamaan ini; Kita mungkin bertanya pada diri sendiri bagaimana karya seni yang sama itu membuat Kita merasa saat melihatnya.

Baca juga:  Apakah Seniman dan Desainer Sama?

Ini—selain periode waktu, lokasi penciptaan, pengaruh budaya, dll. merupakan semua faktor yang harus dipertimbangkan sebelum mencoba menetapkan fungsi pada seni. Mengambil sesuatu di luar konteks dapat menyebabkan kesalahpahaman seni dan salah menafsirkan niat seniman, yang tidak pernah kita dan seniman ingin lakukan.

Fungsi seni biasanya terbagi dalam tiga kategori: fisik, sosial, dan pribadi. Kategori-kategori ini dapat dan sering kali tumpang tindih dalam karya seni apa pun, dalam bentuk apapun. Saat kita siap untuk mulai memikirkan fungsi-fungsi ini, begini caranya.

Baca juga:  Mengapa Seni Ada dalam Keseharian?

Aspek Fungsi Fisik

Fungsi fisik seni seringkali paling mudah dipahami, hal ini dalam kajian formal dapat terlihat secara langsung. Karya seni yang diciptakan untuk melakukan beberapa layanan atau bertujuan tertentu memiliki fungsi fisik. Jika kita melihat klub perang Fiji, kita mungkin berasumsi bahwa, betapapun indahnya keahlian itu, itu diciptakan untuk melakukan fungsi fisik menghancurkan tengkorak.

Mangkuk raku Jepang adalah karya seni yang melakukan fungsi fisik dalam upacara minum teh. Sebaliknya, cangkir teh tertutup bulu dari gerakan Dada tidak memiliki fungsi fisik. Arsitektur, kerajinan seperti pengelasan dan pengerjaan kayu, desain interior, dan desain industri adalah semua jenis seni yang melayani fungsi fisik.

Baca juga:  Seni dan Ilmu Seni: Sebuah Pengantar

Aspek Fungsi Sosial

Seni memiliki fungsi sosial ketika membahas aspek kehidupan (kolektif) yang bertentangan dengan sudut pandang atau pengalaman seseorang. Pemirsa atau penikmat seni sering dapat berhubungan dalam beberapa cara dengan seni sosial, dan kadang-kadang dipengaruhi oleh seninya.

Misalnya, seni publik di Jerman tahun 1930-an memiliki tema simbolis yang luar biasa. Apakah seni ini memberikan pengaruh pada penduduk Jerman? Jelas apabila demikian, seperti yang dilakukan poster-poster politik dan patriotik di negara-negara Sekutu pada waktu yang sama. Seni politik, seringkali dirancang untuk menyampaikan pesan tertentu, selalu membawa fungsi sosial. Karya-karya propaganda yang begitu masif, tidak berguna untuk menampung sisi politik saja, namun juga membawa fungsi sosial karena memprotes Perang Dunia I (dan hampir semua hal lain dalam hidup).

Baca juga:  Ombak Perubahan: Seni dalam Gelombang Kekinian

Seni yang menggambarkan kondisi sosial menjalankan fungsi sosial dan seringkali seni ini hadir dalam bentuk yang berupa fotografi. Kaum Realis mengetahui hal ini pada awal abad ke-19. Fotografer Amerika Dorothea Lange (1895–1965) bersama fotografer lain sering memotret orang dalam kondisi yang sulit dilihat dan dipikirkan dalam sosial masyarakat kala itu.

Selain itu, juga bersifat “satire” melakukan fungsi sosial. Pelukis Spanyol Francisco Goya (1746–1828) dan seniman potret Inggris William Hogarth (1697–1764) keduanya menempuh rute ini dengan berbagai tingkat keberhasilan dalam memotivasi perubahan sosial dengan seni mereka. Terkadang kepemilikan karya seni tertentu dalam suatu komunitas dapat meningkatkan status komunitas tersebut. Sebuah kadang oleh seniman kinetik Amerika Alexander Calder (1898–1976), misalnya, dapat menjadi harta karun dan kebanggaan komunitas.

Baca juga:  Desain dan Seni Rupa (Murni) untuk Mahasiswa Desain Komunikasi Visual

Aspek Fungsi Pribadi

Fungsi pribadi seni seringkali paling sulit dijelaskan. Ada banyak jenis fungsi pribadi dan ini sangat subjektif. Fungsi pribadi seni tidak mungkin sama dari orang ke orang.

Seorang seniman dapat membuat karya dari kebutuhan untuk ekspresi diri atau kepuasan. Mereka mungkin juga atau sebaliknya ingin mengomunikasikan pemikiran atau poin kepada pemirsa. Terkadang seorang seniman hanya berusaha memberikan pengalaman estetis, baik bagi dirinya sendiri maupun penontonnya. Sebuah karya mungkin dimaksudkan untuk menghibur, memancing pemikiran, atau bahkan tidak memiliki efek khusus sama sekali, kemudian apa fungsi seni itu?

Baca juga:  Sejarah Desain Grafis Awal sampai Abad ke-19

Fungsi pribadi tidak jelas karena suatu alasan, karena berakar pada pemikiran dari diri seniman itu sendiri. Dari artis ke artis dan penonton ke penonton, pengalaman seseorang dengan seni berbeda. Mengetahui latar belakang dan perilaku seorang seniman membantu ketika menafsirkan fungsi pribadi karya mereka.

Seni juga dapat melayani fungsi pribadi untuk mengontrol pemirsanya, seperti halnya seni sosial. Bisa juga melakukan ibadah atau pengakuan. Seni telah digunakan untuk mencoba menggunakan kontrol magis, mengubah musim, dan bahkan mendapatkan makanan. Beberapa seni membawa ketertiban dan kedamaian, beberapa menciptakan kekacauan. Hampir tidak ada batasan bagaimana seni dapat digunakan.

Kesimpulan

Akhirnya, terkadang seni digunakan untuk memelihara suatu spesies. Hal ini dapat dilihat dalam ritual kerajaan hewan dan manusia itu sendiri. Fungsi biologis jelas termasuk simbol kesuburan (dalam budaya apa pun termasuk dalam budaya timur), tetapi ada banyak cara manusia menghiasi tubuh mereka dengan seni agar menarik bagi orang lain dan akhirnya kawin menjadi sebuah ilmu seni.

Baca juga:  Cara Mengkaji Karya Seni Rupa: Estetika-Mayer Schapiro dan Kritik Seni-Feldman

Fungsi seni tidak hanya berlaku bagi seniman yang menciptakan sebuah karya, tetapi juga bagi Kita sebagai penontonnya. Seluruh pengalaman dan pemahaman Kita tentang sebuah karya harus berkontribusi pada fungsi yang Kita tetapkan, serta semua yang Kita ketahui tentang konteksnya. Lain kali Kita mencoba memahami sebuah karya seni, cobalah untuk mengingat empat poin ini:

  1. konteks dan
  2. fungsi pribadi,
  3. sosial, dan
  4. fungsi fisik.

Ingatlah bahwa beberapa seni hanya melayani satu fungsi dan beberapa ketiganya (bahkan mungkin lebih).

Baca juga:  Pengantar Sejarah Seni

Disadur dari
Esaak, Shelley. “The Most Important Functions of Art.” ThoughtCo, Aug. 27, 2020, thoughtco.com/what-are-the-functions-of-art-182414.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

1 thought on “Apa Sih Fungsinya Seni?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Ilustrasi dan Comic Artist - Aghni Ghofarun
logo-lyubov-books
Lyubov Books - Toko Buku Online
Buku Terbaru WPAP dan Mistik Kesehariannya

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.