Bagaimana Seni dan Industri Kreatif Hari Ini?

design thinking process

MIRMAGZ.com – Industri kreatif memiliki kontribusi GDP yang cukup besar pada jangka waktu 2010-2015, dengan rata-rata 7.38% sampai 7.66% dari GDP Nasional, atau sekitar 500-800 triliyun rupiah pertahun (BEKRAF, 2016). Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menetapkan 16 sub-sektor dalam industri kreatif; pengembangan gim dan aplikasinya, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, fotografi, kria, kuliner, musik, penerbitan, seni pertunjukan, seni rupa murni, dan televisi serta radio.

plastic art
A toy cat produced in a South-African township, made from used plastic bags and old wire

Seniman dan desainer seni visual hari ini, pada akhirnya meningkatkan kapasitas dirinya menjadi bagian dari industri kreatif itu sendiri. Bisa kita cermati lebih dalam kerja karya seni (work of art) seniman dan desainer seni visual hari ini, memiliki kepercayaan bahwa semakin banyak pengikutnya, semakin diakui, semakin dekat pundi-pundi ekonominya dan apresisianya. Tidak menjadi penting dalam desain bahwa sebuah desain harus memiliki nilai estetik seni di dalamnya, namun rasa penasaran terhadap sebuah seni menjadi penting untuk menjadi ujung tombak pengembangan sebuah gaya desain. Desain merupaan tindakan khas manusia yang meliputi kemampuan berpikir abstrak-konseptual, menciptakan nilai baru dan inovatif, menemukan solusi yang holistik.

Baca juga:  Apakah Seniman dan Desainer Sama?

Melalui industri 4.0, kerja karya seni tidak terbendung penyebarannya, ekspresi seninya begitu beragam, bahkan wacana keilmuan seni terus menerus dikembangkan sesuai dengan jiwa zaman yang semakin disruptif dan dituntut kolaboratif. Penggunaan teknologi digital, kemudahan mendapatkan informasi, menjadikan desain dalam bentuk seni semakin mudah dipelajari oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja. Guna memenuhi hasrat industri kreatif, seni memberikan ruang melalui wilayah yang tidak lagi menekankan bentuk estetik, meskipun ada seniman seni yang menggunakan estetika dari fine art sebagai acuan karyanya.

Tentu kreativitas menjadi bahan bakar utama dalam perkembangan seni pada industri 4.0. Karya-karya seni, meskipun fungsinya sebagai pengungkapan batin seniman ataupun sebagai penghias, juga memiliki bentuk sosialnya sendiri yang pada akhirnya menjustifikasi bahwa karyanya merupakan bagian dari seni visual.

Baca juga:  Orang-orang yang "Menguap", Fenomena Manusia Lari dari Masalah

Desain memberikan ruang terhadap seniman atau desainer yang ingin menampilkan ide melalui karya-karya yang secara tidak langsung bersifat kritis terhadap kondisi sosial seni yang telah menjadi menara gading oleh ekosistem seni pada masa modern. Industri 4.0 memberikan ruang terhadap seni pada industri kreatif. Permintaan pasar, pada industri kreatif dari seni menghadirkan ruang untuk menjadi lebih terbuka dalam penuangan idenya.

Bagaimana sebenarnya fenomena seni dan industri kreatif? Mari kita simak komentar di bawah ini.

Baca juga:  Filsafat Seni: Apa yang Terbaru di Dunia Pemikiran Seni?

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

42 thoughts on “Bagaimana Seni dan Industri Kreatif Hari Ini?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

anz.prjct
Medusaphotoworks
logo-lyubov-books
Lyubov Books - Toko Buku Online
Buku Terbaru WPAP dan Mistik Kesehariannya

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.