Memulai Menciri Objek Kajian Seni Rupa dan Desain

Ilustrasi Pengetahuan

MIRMAGZ.com – Kita selalu disibukkan dengan kehidupan yang tidak akan selesai, dan mati akan menjadi akhirnya yang pasti bagi setiap yang bernyawa. Menuju kematian, kita bertemu dengan banyak bentuk-bentuk kehidupan. Dan bagi St Sunardi, karya seni yang mampu menunjukkan seni adalah yang menunjukkan wajah kematian. Memberikan manusia realitas kematian yang akan dihadapinya.

Melampaui apa yang dipikirkan manusia. Mempelajari objek kajian dari seni dan desain tidak serta-merta mudah apabila kita melihat karya seni rupa atau desain sekedar lewat. Memperhatikan secara lebih seksama akan membawa kita pada pengetahuan baru yang lebih dari sekedar melihat sekedarnya saja.

Baca juga:  Perbedaan Seni Rupa Murni dan Visual Art

Dalam kelas kita belajar tentang ilmu yang bergugus dari pengetahuan-pengetahuan disekitar kita. Kita menyebutnya sebagai ilmu pengetahuan, karena kumpulan pengetahuan yang begitu banyak dimudahkan untuk melihat sebagai bentuk dari inspirasi bagi orang lain melalui tulisan-tulisan. Pada akhirnya kita akan memahami bentuk tulisan itu di akhir pembacaan, dan kontemplasi kita sebagai peneliti.

Pada sebuah sesi perkuliahan, Bambang Sugiharto, filsuf post-modern, memberikan contoh karya seni yang menyenangkan untuk disebut sebagai seni. Memutar sebuah klip video berjudul Chandelier dengan penyanyi Sia. Yang menarik dari karya video ini adalah, perpaduan antara sastra dalam liriknya, video dengan balerina kecilnya, dan seni musik melalui suara Sia sendiri.

Baca juga:  Review Penelitian tentang Seni Rupa dan Desain

Karya seni ini, merupakan perpaduan yang menyenangkan untuk menyadarkan kita tentang bagaimana kehidupan seorang anak kecil yang depresi tentang hidupnya. Ditunjukkan dengan baik, direpresentasikan dengan apik, dan apabila kita melihat dalam hening malam, setidaknya kita akan merasakan betapa sedihnya anak tersebut. Bagi Bambang, hal ini merupakan karya seni post-modern yang menjawab kegelisahan pemikiran postmo tentang bentuk seni itu sendiri.

Intepretasi ini tentu akan lebih detail apabila kita menggunakan teori, sebagai pola yang telah ada untuk membaca karya sia ini sendiri. Namun, apakah demikian benarnya? Tulisan-tulisan filsafat tentang post-modern selalu mendistrupsi wilayah orang yang ingin mendalaminya.

Baca juga:  Kajian Seni Rupa dan Desain: Membangun Prespektif Kajian

Wilayah filsafat memang selalu menyenangkan untuk meyadarkan manusia. Mari kita lihat dari prespektif Semiotika, apakah ada kebaharuan yang bisa kita baca?

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

120 thoughts on “Memulai Menciri Objek Kajian Seni Rupa dan Desain”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Ilustrasi dan Comic Artist - Aghni Ghofarun
logo-lyubov-books
Lyubov Books - Toko Buku Online
Buku Terbaru WPAP dan Mistik Kesehariannya

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.