Marjorie Blamey Sang Pelukis Bunga Liar

MIRMAGZ.com – Berkat kecintaannya terhadap melukis dan bunga liar yang dianggapnya begitu menarik, banyak karya dia terbitkan. Dia, Marjorie Blamey, telah membuka banyak mata untuk mencintai pesona dari bunga-bunga liar yang ditemukan di sekitar halaman rumah.

Marjorie Netta Blamey (13 Maret 1918-8 September 2019) adalah seorang pelukis dan ilustrator dari Inggris. Dia secara khusus dikenal karena telah menjadi ilustrator botani terbaik, ilustrator botani kontemporer bahkan yang paling baik di benua Eropa menurut Wikipedia English.

Dari semua bunga yang dilukisnya, Marjorie rupanya sangat menyukai cornish primrose, “Itu bunga yang sederhana dan elok. Saya tidak menyukai bunga-bunga besar yang eksotis. Mereka tidak menggetarkan (hati) saya selayaknya yang dilakukan bunga-bunga liar.”

Baca juga:  Sejarah Kesusasteraan Era Soviet 1: Matinya Sang Penyair
Wild Flowers (Goodreads)

“Tidak akan ada yang tertarik pada lukisanmu”

Marjorie berasal dari keluarga Inggris. Dia lahir di Ceylon (Sri Lanka) di mana ayahnya, Arthur Day bekerja sebagai dokter dan ibunya, Janette Newton-Baker bekerja sebagai perawat.

Pada 1921, Marjorie dan keluarganya kembali ke Inggris dan menetap di Sandown, Isle of Wight. Bersama saudara laki-lakinya, Dick, Marjorie mengembangkan kecintaan awalnya terhadap alam.

Dilansir dari The Independent, Bakat melukis Marjorie rupanya bermula sejak kecil. Dia telah menikmati kegiatan melukis dan menggambar. Namun siapa sangka, kepercayaan dirinya luntur ketika dia menghadiahkan gambar kacang-kacangan kepada gurunya dan gurunya malah berkata, “Tidak akan ada yang tertarik pada lukisanmu.”

Butuh waktu lama bagi Marjorie yakni selama 4 dekade untuk bisa membuatnya bangkit dari ketidakpercayaan diri dan mulai melanjutkan bakat melukisnya itu. Sejak itu, Marjorie menjadi pelukis seniman botani paling dicari di dunia.

Baca juga:  Bentuk Estetik pada Seni

Gigih dalam bekerja

Melansir The Guardian, Marjorie dan suaminya, Philip bepergian dengan karavan motor yang berfungsi sebagai studio mereka menyimpan bebungaan. Dia melukis bunga yang dikumpulkan pada siang hari dan diawetkan dalam kotak yang telah dilapisi kertas lembab agar bunga tetap segar.

Jaringan para pakar botani dari seluruh Eropa juga mengirimkan spesimen bunga yang dikirim dalam kotak alumunium khusus kepada Marjorie. Di rumah pelukis wanita itu, lemari esnya, dan kadang kamar mandinya, juga sering dipenuhi tanaman yang menunggu untuk dilukis.

Marjorie bekerja dengan sangat gigih dan cepat, “Jika Anda punya 500 bunga, Anda harus melakukannya 20 hari sebelum layu.” Untungnya, Marjorie sangatlah cepat dalam melukis dan masih dalam tingkat akurasi yang tajam berkat bakat alaminya.

Baca juga:  Mengapa Seni Ada dalam Keseharian?

Menjelang akhir kariernya, Marjorie menyimpan 10.000 lukisan bunga dari wilayah Kutub Utara ke Mediterania, dan memiliki lukisan hampir semua bunga liar di Eropa. Tidak ada ilustrator botani lain yang berkarya mendekati jerih payah Marjorie. Berkat kegigihan dan kecintaannya, Marjorie berhasil memenangkan beberapa medali emas dari Royal Horticultural Society dan Alpine Garden Society, dan pada 2007 diangkat menjadi MBE, penghargaan Ordo Kerajaan Inggris dengan peringkat tertinggi ketiga.

Marjorie wafat di usia 101 tahun pada 2019 silam. Karena kiprahnya, Marjorie membuktikan bahwa bakat alami sekecil apapun akan sangat berguna dan bermanfaat jika ditekuni dengan gigih dan penuh cinta.

Baca juga:  Seni dalam Pandangan Susanne K Langer

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.