Universitas Sahid Surakarta Wujudkan Seni Inklusif bagi Difabel Klaten Lewat Program PISN: Dari Workshop Lukis hingga Batik Ciprat

MIRMAGZ.com – Universitas Sahid Surakarta terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui seni dengan melaksanakan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 di Kabupaten Klaten. Program ini berfokus pada pengembangan kreativitas anak-anak dan remaja difabel melalui kegiatan seni rupa yang inklusif, bekerja sama dengan Yayasan Sanggar Insan Harapan (SIH) sebagai mitra sasaran dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) sebagai mitra strategis.

Baca juga:  Melihat Ulang Keindahan: Estetika Disabilitas dan Keadilan Visual di Indonesia

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Oktober hingga November 2025 dengan dua agenda utama, yakni Workshop Melukis Inklusif dan Pelatihan Membatik Ciprat. Program ini menjadi bagian dari implementasi hibah pengabdian masyarakat yang didanai DPPM Dikti melalui PISN 2025, bertajuk “Inovasi Seni untuk Sanggar Insan Harapan dalam Penguatan Identitas Sosial Difabel melalui Festival Seni dan Budaya Disabilitas Klaten 2025.”

Melukis Bersama di Sanggar Insan Harapan

Pelatihan Melukis SIH Klaten

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di Perumahan Glodogan, Klaten Selatan, yang menjadi pusat aktivitas Sanggar Insan Harapan, tempat anak-anak autis berkegiatan. Dalam kegiatan ini, Tim PISN Universitas Sahid Surakarta menyerahkan peralatan melukis seperti kanvas, cat akrilik, dan perlengkapan kriya kepada pengelola sanggar.

Baca juga:  Tim Abdimas Unindra Observasi ke SDS IT Nurul Yaqin untuk Membuat Film Animasi "Halo Saya Disabilitas"

Kegiatan dilanjutkan dengan workshop melukis inklusif yang diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari anak-anak difabel dan orang tua pendamping. Workshop ini menghadirkan Seniman Klaten, Ansori, dan Seniman Surakarta, Chairol Imam, yang mendampingi peserta dalam eksplorasi bentuk dan warna. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk berani mengekspresikan diri secara bebas di atas kanvas. Karya-karya mereka akan dikurasi dan ditampilkan dalam Festival Seni dan Budaya Disabilitas Klaten 2025.

Ketua Tim PISN, Henny Tri Hastuti Hasana, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Universitas Sahid Surakarta dalam menjembatani ilmu desain dan praktik sosial bagi masyarakat difabel.

“Kami ingin Sanggar Insan Harapan menjadi ruang seni yang inklusif dan berkelanjutan, tempat anak-anak difabel dapat berdaya secara kreatif dan sosial,” ujar Henny.

Baca juga:  Tim Abdimas Unindra Melakukan Observasi dan Bercengkrama Bersama Anak Autis di EPIC School of Autistics

Membatik Ciprat: Kreativitas Difabel yang Menginspirasi

Agenda lanjutan dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, di Sekretariat PPDK, Kampung Baru, Barenglor, Klaten Utara, diikuti oleh 41 peserta difabel dari kelompok autis dan tunarungu. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak berkreasi dengan membatik ciprat di atas kain berukuran 125 x 215cm.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pendampingan seni rupa yang telah dilakukan selama empat bulan. Setelah menerima teori membatik, para peserta mempraktikkan teknik ciprat menggunakan alat sederhana seperti kuas kecil dan besar. Mereka bebas menciptakan motif—dari pola bunga hingga garis abstrak—menunjukkan betapa seni dapat menjadi sarana ekspresi yang membebaskan.

“Konsep batik ciprat ini sederhana tapi sangat efektif untuk mengasah kreativitas anak difabel. Mereka bisa berkreasi tanpa tekanan, dan hasilnya luar biasa,” jelas Henny Tri Hastuti Hasana.

Karya-karya batik hasil pelatihan direncanakan untuk dipamerkan di salah satu kafe di Klaten pada akhir November sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para peserta.

Baca juga:  Aesthetic (es·thet·ic): Definisi Singkat Estetika

Salah satu peserta, Yasmin (21), yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, menyampaikan rasa senangnya bisa ikut dalam kegiatan ini karena sejak kecil ia menyukai menggambar. “Saya senang bisa ikut melukis dan membatik. Warnanya banyak, indah,” ungkapnya melalui penerjemah bahasa isyarat.

Dukungan PPDK dan Kolaborasi Lintas Disiplin

Ketua PPDK, Qoriek Asmarawati, mengapresiasi kehadiran tim dari Universitas Sahid Surakarta.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan seni, tapi juga bentuk pengakuan terhadap identitas difabel. Mereka kini punya ruang untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan berdaya,” tutur Qoriek.

PPDK yang telah berdiri selama 18 tahun menaungi empat organisasi difabel dan sepuluh mitra dampingan dengan lebih dari 400 anggota. Qory menegaskan bahwa PPDK akan melanjutkan kolaborasi ini sebagai bagian dari program keberlanjutan bagi komunitas difabel di Klaten.

Program ini melibatkan tim lintas disiplin dari Universitas Sahid Surakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, antara lain Dahlan Susilo, M.Kom. (Informatika), Arif Yulianto, S.Sn., M.Sn. (Desain Komunikasi Visual), dan Dr.Sn. Angga Kusuma Dawami, S.Sn., M.Sn. (Penciptaan dan Pengkajian Seni), serta tiga mahasiswa Desain Interior. Kolaborasi ini mencakup perancangan desain ruang pamer inklusif, sistem informasi digital sanggar, serta dokumentasi dan publikasi kegiatan seni difabel.

Baca juga:  Seni, Tubuh, dan Masa Depan: Menggugat Pendidikan yang Hanya Mengejar Produk

Rangkaian kegiatan PISN ini akan bermuara pada Festival Seni dan Budaya Disabilitas Klaten 2025, di mana karya-karya anak difabel akan dipamerkan kepada publik. Festival ini diharapkan menjadi wadah ekspresi sekaligus bentuk nyata inklusi sosial di bidang seni dan budaya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sahid Surakarta menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada pengabdian masyarakat berbasis seni dan teknologi yang humanis dan inklusif.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mirmagz.com/2024/05/27/selamat-ulang-tahun-saint-petersburg/?utm_source=webpushr&utm_medium=push&utm_campaign=9266

http://MIRMAGZ.com -sebelum seseorang menulis sebuah ulasan tentang suatu buku, perlu untuk mengerti mengapa dia melakukannya. #caramenulisresensi

https://mirmagz.com/2023/01/11/cara-menulis-ulasan-buku-yang-mudah-dan-menyenangkan/

Load More
anz.prjct
Medusaphotoworks
logo-lyubov-books
Lyubov Books - Toko Buku Online
Buku Terbaru WPAP dan Mistik Kesehariannya

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.